Minggu, 29 Mei 2011

Ingin Luput

tak bisa kau hindar itu tatapan. Di dalamnya
kau kail impian, kaugali kenangan. Di pelupuk

di pelupuk lukaku, kau kecap ini badan. Dagingku
serasa terbakar, serasa lepuh ke lain zaman. Tungku

wahai, tungku usiaku tolong padamkan. Aku ingin
dingin, beku jadi batu, luput dari ingatan. Oh Tuhan.

Bangkok, 2004

Oleh Gus tf dalam Akar Berpilin (sajak-sajak 2011-2007)

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

1 komentar:

  1. woww.. buat puisi di Bangkok? Ikutan dounk. :)

    BalasHapus